berita ini lagi..........?
,


Lagi-lagi berita pencabulan. " Gara-gara telat, seorang siswi dicabuli Kasek", begitulah kira-kira judul berita yang saya baca. Sepertinya berita seperti ini hampir setiap hari menghiasi media. Dari seorang kakek tua, penjaga warnet, kepala sekolah, guru, pembantu, belum lagi seorang ustadz atau guru ngaji. Malah yang lebih ngeri lagi pelaku itu adalah ayahnya sendiri. Mengapa mereka melakukannya........????????? Apalagi jika ditanya, paling-paling jawabannya khilaf aja. Semudah dan semurah itukah mereka menghargai kegiatan amoral dan penuh dosa yang mereka lakukan.

Saya jadi ngeri sendiri, bukan apa-apa! Karena allah menganugerahi kami seorang anak perempuan. Saya merasa jadi sangat khawatir akan masa depannya besok. Meski masih banyak orang-orang yang masih punya hati nurani. Bagaimana tidak khawatir, karena kejahatan seperti ini membuat korban shock, kehilangan percaya diri, trauma, tambah lagi luka fisik yang dialami.

Kok bisa terjadi?!
Atau mungkin hal ini kerap terjadi karena kelalaian dari sebagian besar kaum "kita" perempuan yang asyik mengikuti ajakan syetan untuk tidak menaati perintah Allah, yaaaaaach... setidaknya lalai tidak menutup auratnya dengan pakaian yang rapi dan syar'i. Sehingga mengundang syahwat para lawan jenis. Yang namanya lelaki entah itu guru, ustadz, pembantu, ayah dan semuanya adalah dari jenis manusia yang diberikan nafsu oleh Allah. "Namanya juga dipancing, ya nyanthol!!" meski masih ada yang mampu menahannya dengan kekuatan iman.

Terus kalau perempuannya sudah rapi dan tertutup, lantas masih terjadi juga masalah yang demikian ini, bagaimana? "ya........syetan laki-lakinya yang pegang peranan"

Ya allah .....
Seandainya para mahluk perempuan ke pasar dengan berjilbab
Menunggu bis di halte dengan berjilbab
Yang ke kantor, yang ke sekolah, yang arisan, yang.... semuanya dengan berjilbab
Alangkah indahnya

Apalagi sang adam mampu membendung nafsunya dengan keimanan
Yang menjadi ayah mampu membimbing keluarga dan menjaga anak-anak perempuanya
Yang guru mampu menjadi teladan
Yang penbantu, yang jadi OP, yang tukang ojek, yang jadi kontraktor dan yang jadi semuanya....jika hatinya dipenuhi keimanan
Alangkah indahnya

Dan aku tak perlu khawatir akan masa depan anak-anak perempuanku. Karena aku tahu dari kejahatan amoral dan penuh dosa ini para perempuanlah yang jadi korban. Bukankah kita tak ingin kasus kasus seperti ini kerap muncul di berbagai media? Mari yang perempuan, batasi dan tutuplah auratmu, jangan kau jadikan pajangan! Karena itu takkan pernah menjadikanmu lebih terhormat, melainkan malah akan mendatangkan bencana bagimu baik bencana dunia lebih-lebih bencana alam akhirat.


Jatuh Cinta Lagi...........
,


Saat membaca harian kompas, sampai akhirnya aku tertarik pada judul berita "Jatuh Cinta Pada Suami". Mungkin bagi sebagian orang artikel ini biasa saja. Tapi tidak bagiku, judulnya menarik dan membuat aku ingin membacanya. Yang pasti aku merasakan hal seperti ini, yakni jatuh cinta lagi pada suami.

Sebenarnya dulu kami memang tidak pernah pacaran, hanya saja jalinan sinyal yang kami miliki sama-sama kuat. Jujur kami tak pernah pacaran. Walau kami telah saling mengenal sejak kecil. Namun seiring waktu dan alur kehidupan telah membuat kami saling terpisah, namun skenario indah Allah inilah yang membuat kami bersatu kembali dalam ikatan suci ini.

Pacaran setelah menikah, itulah kata yang tepat bagi kami. Setahun lebih kami mengarungi mahligai indah, segala cerita kehidupan telah siap ditulis, saat-saat aku semakin mengenalnya, dari sisi buruk atau baiknya, hingga saat aku jatuh cinta lagi....... sungguh indahnya jika kita jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.

Pernahkah anda merasakan indahnya.....?

Orang-orang Yang Di do'akan Oleh Para Malaikat
,

Insya Allah berikut inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"
(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa
ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia
melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang
ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya
berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat
kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)




Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan
Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,
Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005


kisah liburan
,

Bermula dari liburan pondok pesantren. Aku adalah santri yang berasal dari luar jawa, yakni pulau sumatra, pulau yang termasuk pulau-pulau besar di Indonesia. Dan ketika liburan tiba, kami (para santri yang jauh) jarang pulang kampung. Paling-paling bertandang kerumah teman yang sekirannya mau menampung kami, bukan apa-apa, karena sudah bukan rahasia lagi jika para santri itu ga punya duit. Meski ga semuanya, cuma rata-rata.

Beberapa hari lagi liburan akan tiba, para santri sudah mulai sibuk mengemas barang-barang nya. Demikianlah keadaan di pesantren putri meski liburan masih satu minggu lagi. Ada yang mengemas barang, ada yang berencana bersama santri yang lain. Sedang aku hanya diam tanpa ada rencana. Aku hanya berpikir akan bertandang kerumah sekitar pondok dan menjadi abdi ndalem selama hari libur. Tetapi tidak lama kemudian teman ku, Rosyidah namanya, mengajakku untuk menghabiskan liburan di rumahnya yang terletak di sekitaran kota Banyuwangi, tapi agak masuk kedalam. Jadilah aku menghabiskan liburan kali ini di desa yang masih wilayah Banyuwangi itu.

Dari rumahnya lah aku menemukan suatu pelajaran berharga yang mungkin sudah menjadi barang langka di jaman yang menjadikan materi sebagai ukuran. Bagaimana tidak saya bahagia, selain keluarga ini menerima kami dan melayani kami layaknya tamu kehormatan. Awalnya aku pesimis karena aku mengajak adik dan kakak sepupuku yang sama-sama belajar di pesantren. Namun inilah, ternyata keluarga ini menyambut kami dengan baik. Selain kami dengan gratis menaiki mobil sedan mereka yang menantar-jemput kami dari pondok pesantren hingga desa mereka. Keluarga inipun tak membiarkan kami mengerjakan sesuatupun kecuali mencuci pakaian kami sendiri.

Lagi, yang saya garis bawahi adalah keluarga ini mempunyai empat orang anak perempuan, yang nomor satu dan dua telah menikah, sedang yang nomor tiga dan empat masih gadis.Sedang yang nomor empat, dialah yang menjadi teman belajarku di pondok pesantren. Menantu kedua-lah yang mempunyai mobil. Sebagai kelurga yang harmonis mereka akan senantiasa bepergian pada hari sabtu dan minggu dimana sang pemilik mobil libur bekerja. Pada hari itulah semua anggota kelurga terutama kaum hawa dari buyut, nenek, anak dan cucu tak terkecuali kami sebagai tamu'di ajak berlibur atau hanya sekedar jalan-jalan keliling kota. Dapat dibayangkan betapa sedan itu jadi sumpek dan berjejal. Meski demikian kebahagiaan masih terpancar dari setiap wajah, kecuali anak dari kakak tertua yang mulai tidak enak badan, dia menangis dan tidak ingin pergi. Maka acara bepergian pun dibatalkan karena ada satu anggota yang ga ikut.

Dari sinilah tampak betapa eratnya hubungan kekeluargaannya. Jika ada satu dari anggota keluarga yang absen untuk jalan-jalan, maka acara jalan-jalan pasti dibatalkan. Dan ini tidak terjadi sekali, tapi berulang-ulang. Setelah kutanyakan pada Rosyidah, ternyata memang begitu adanya. Jika salah satu dari mereka bahagia, maka kebahagiannya itu milik bersama dan jika satu dari mereka dalam kesusahan, maka kesulitan itu akan mereka rasa bersama. Sungguh kelurga harmonis dengan jalinan yang kuat.

Lebih dari itu, sang bapak dari empat anak yang sudah menunaikan rukun kelima ini, tak akan menjual hasil panen mangga sebelum para tetangga merasakan magga miliknya. Hal ini saya saksikan sendiri, dimana beliau mengutip buah lalu membiarkan mangga sekarung ada di dapur dan membiarkan para tetangga yang meminta dengan datang sendiri kerumahnya atau beliau akan menyuruh putri-putrinya untuk mengantarnya (mangga) pada tetangga yang tidak datang kerumahnya. Setelah merasa para tetangga telah mersakan buah magganya, barulah beliau menjual sisanya. Semoga Allah menerima semua amal baiknya dan melapangkan kuburnya.

Demikianlah kisah liburan dan hikmah empat tahun silam yang masih tetap terpatri dalam hati dan pikiranku tentang indahnya kebersamaan dan manisnya menjual hasil disertai ridlo tetangga.

kecil-kecil....
,

Ini Tata lagi blajar computer sama Abi. Jadi........nanti kalo ada blogger dan hacker muda jangan kaget ya? :)

Mengapa Mereka Berjihad
,


Beberapa hari yang lalu aku melihat diruang chatting milik suamiku. Bukan apa-apa, tak sedikitpun aku curiga dengan aktivitasnya berselancar di dunia maya (cyber). Hanya saja kali ini aku melihat topik pembicaraan mereka yang aneh dan tak biasanya.

Di seberang sana sang lawan bicara menuliskan "mengapa orang-orang, ketika terjadi perang di bagian-bagian wilayah indonesia, yah seperti di propinsi A, B dan C, tidak ada yang bergeming, apalagi meneriaakkan kata jihad. Padahal banyak juga lho yang jadi korban adalah saudara kita sesama muslim. Tapi saat ini perang ada nun jauh disana, di sini semua orang geger bahkan ada yang rela pergi kesana tanpa perbekalan ketrampilan apapun. Sebuah pemikiran yang konyol"katanya

Memang pemikiran disetiap kepala manusia berbeda-beda dalam menanggapi setiap permasalahan yang ada. Tapi saat itu kutemukan sebuah jawaban yang begitu mengena dari suamiku. Katanya "orang-orang kita ini banyak yang munafik, bagaimana tidak? wong katanya islam, KTP juga islam, nyatanya; coba lihat atau perhatikan jamaah-jamaah yang ada di masjid-masjid sekitar kita, jangankan sholat subuh sholat maghrib aja yang nyata-nyata waktunya orang pada nganggur, satu shof aja nggak penuh. Yach.. kalau di ajak debat tentang islam semua gembar-gembor, tapi untuk ibadahnya yang wajib yang harus ia laksanakan malah dengan santai ia tinggalkan (saya tak bemaksud menyinggung siapapun, tapi inilah fakta). Apalagi beberapa konflik yang ada dibeberapa daerah di Indonesia adalah sesama muslim yang tidak jelas permasalahannya. Bukan memerangi orang yang nyata-nyata telah mengingkari Allah dan Rasulnya seperti bangsa Israel saat ini.

Coba bedakan dengan saudara-saudara kita muslim di Palestin, meski hanya membaca dan melihat dari media, kita tahu betapa mereka gigih dan taat dalam membela, menjaga dan mengamalkan ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW ini. Betapa suatu kali saya membaca media informasi yang mengabarkan bahwa meski dalam suasana hiruk-pikuk perang saat ini, di Palestin masih terdengar seruan untuk sholat subuh dan masyarakat palestin pun berduyun-duyun memenuhi panggilan suci itu. Mereka tidak takut akan kematian. Mereka yakin jika Allah mentakdirkan mereka akan mati hari itu atau Allah mentakdirkan mereka berumur panjang, maka peluru zionispun takkan menembus keyakinan mereka. Belum lagi kebiadaban Israel yang telah menghancurkan sebuah mesjid dengan puluhan jamaah didalamnya yang sedang beribadah (Ya Allah meski engkau tak menurunkan azabmu pada mereka/israel hari ini(di dunia) namun berilah kekuatan dan pertolonganmu pada saudara kami rakyat Palestin).

Dari sinilah mengapa semua orang merasakan bagian tubuhnya ikut terkoyak ketika saudara-saudara muslim mereka dipalestin menjadi sasaran empuk peluru setan milik israel".

Demikianlah dilog yang menarik menrutku, sekaligus menyayangkan akan pertanyaan yang diajukan oleh chater di seberang. Apa yang terpikir olehnya sehingga masih belum begitu melek terhadap yang sedang dialami rakyat Palestina sekarang ini.


Palestin bertahanlah, disini kami membantu dengan doa, demi kemenanganmu, Palestina-negeri para nabi.

Ahmadinejad, (Umar) Amirul mukminin masa kini
,


Dari P.Qitori
Televisi Fox Amerika pernah bertanya pada Presiden Iran Ahmadinejad : ”Saat anda bercermin di pagi hari, apa yang anda katakan pada diri anda?” Ahmadinejad menjawab, ”Saya melihat seseorang di cermin dan berkata padanya , ”Ingatlah, anda tidak lebih dari seorang pelayan kecil. Di depanmu hari ini ada tanggungjawab besar dan itu adalah melayani bangsa Iran”.

Itulah kalimat pembuka penyiar TV memperkenalkan seorang Ahmadinejad. Ahmadinejad, Presiden Iran yang mencengangkan banyak orang ketika menyumbangkan karpet Istana Presiden (berkualitas tinggi tentunya) ke sebuah masjid di Teheran. Ia lalu mengganti karpet istana dengan karpet murah.

Mantan walikota Teheran itu menutup ruangan kedatangan tamu VIP karena dinilai terlalu besar. Ia lalu meminta sekretariat istana mengganti dengan ruangan sederhana dan mengisi dengan kursi kayu. Sekali lagi fakta yang mengesankan…!

Dalam beberapa kesempatan Presiden juga bergabung dengan petugas kebersihan kota untuk membersihkan jalan di sekitar rumah dan istana Presiden.

Dibawah kepemimpinan Ahmadinejad, setiap menteri yang diangkat selalu menandatangani perjanjian dengan banyak ketentuan, terutama yang ditekankan adalah agar setiap menteri tetap hidup sederhana . Seluruh rekening pribadi dan keluarganya akan diawasi dan kelak jika masa tugasa berakhir sang menteri harus menyerahkan jabatannya dengan kewibawaan . Caranya adalah agar dirinya dan keluarganya tidak memanfaatkan keuntungan sepeser pun dari jabatannya.

Ahmadijed juga mengumumkan bahwa kemewahan terbesar dirinya adalah mobil Peogeot 504 buatan tahun 1977dan sebuah rumah kecil warisan ayahnya 40 tahun lalu yang terletak di salah satu daerah miskin di Teheran. Rekening tabungannya nol dan penghasilan yang diterima hanyalah gaji sebagai dosen sebesar kurang dari Rp 2.500.000,-. (U$ 250)

Asal tahu saja Presiden tetap tinggal di rumahnya. Satu-satunya rumah miliknya, salah satu presiden Negara terpenting di dunia secara strategi, ekonomi, politik dan tentunya minyak dan pertahanannya.

Ahmadinejad bahkan tidak mengambil gajinya sebagai presiden (yang merupakan haknya). Alasannya seluruh kekayaan adalah milik Negara dan ia hanya bertugas menjaganya.

Hal lain yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa setiap hari. Isinya adalah bekal sarapan, beberapa potong roti sandwinch dengan minyak zaitun dan keju . Ahmadinejad menyantap dengan nikmat makanan buatan isteri tersebut Di sisi lain ia menghentikan semua makanan istimewa yang biasa disediakan untuk presiden.

Ahmadinejad juga mengalihkan pesawat kepresidenan menjadi pesawat angkutan barang (cargo) dengan alasan untuk menghemat pengeluaran Negara. Presien juga memilih terbang dengan pesawat biasa di kelas ekonomi.

Ahmadinejad selalu melakukan rapat dengan para menteri kabinetnya untuk memantau semua aktivitas. Semua menteri bisa masuk ke ruangannya tanpa harus izin.Ia juga menghapus semua acara seremonial seperti red carpet, foto-foto dan iklan pribadi ketika jika mengunjungi Negara lain.

Jikalau harus menginap di hotel ia selalu memastikan untuk tidak tidur dengan ruangan dan tempat tidur mewah. Alasannya ia tidak tidur di tempat tidur tetapi tidur di lantai beralaskan matras sederhana dan sepotong selimut.

Apakah semua tindakan dan kelakuan presiden menimbulkan rasa tidak hormat?

Coba bandingkan dengan foto-foto berikut. Ahmadinejad tidur di ruang tamu selepas dijaga pengawal kepresidenan seharian kemanapun ia pergi. Foto ini dibuat oleh adiknya dan diterbitkan harian Wifaq yang sehari kemudian menyebar di majalah dan Koran seluruh dunia terutama Amerika Serikat.



Saat shalat berjamaah di masjid Presiden tidak duduk di shaf pertama.





Foto terakhir adalah presiden sedang menikmati makan di ruang makan

Bagaimana dengan Presiden dan pejabat-pejabat serta anggota MPR/DPR kita?

Tuhan mencintai orang yang hidup sederhana!

Semoga lekas lahir Ahmadinejad-2 yang lain. Amiiin.