Masa Depan Crazy
,

Pernah nonton film ini? Lucu, bodoh, tolol, konyol dan idiot adalah kesan dari cerita yang disuguhkan. Sungguh khayalan tinggkat tinggi yang diperlukan guna menghasilkan karya energik seperti ini. Sebuah karya nyata yang menggambarkan kehidupan 500 tahun yang akan datang. Bisa jadi imajinasi ini akan menjadi kenyataan, dimana orang-orang tak lagi mampu berfikir dengan baik, yang ada hanyalah fikiran kesenangan tentang seks, seks, seks dan seks.


Malah saya sempat berfikir , beberapa puluh tahun mendatang ketololan dan kebodohan dalam film ini menjadi kenyataan. Nauzubillahi min dalik..........semoga tak akan pernah terjadi.


Bagaimana tidak, jika akhir-akhir ini saja sering kita baca atau kita dengar atau bahkan kita melihat, anak-anak telah mengenal seks, tidak hanya dalam teori namun telah mempraktekannya. Nauzubillah...


Masih ingat dengan bocah inggris yang dalam usia sebelas tahun telah menjadi seorang ayah, bukan dari hubungan pernikahan melainkan hanya seorang pacar. Bagaimana jaman kedepan jika anak-anak seusianya yang harusnya waktunya dihabiskan untuk menimba ilmu malah enak-enakan menikmati hidup semu. Bekal apa yang telah dimilikinya (tanpa maksud menyinggung siapapun), dengan apa anak-anak ini akan menghidupi bayi-bayinya. Belum lagi keterampilan apa yang bisa di andalkan olehnya.


Kalau di barat mungkin hal seperti ini sudah lazim mengingat gaya hidp mereka yang bebas. Namun bukan tidak mungkin hal ini terjadi pada masyarakat kita yang nota bene bangsa yang beradab. Tapi jangan salah, baru-baru ini saya membaca media yang memberitakan siswa SLTP yang berlainan jenis sedang enak-enakan dikamar. Yang lebih heboh lagi ( Masih anak-anak SlTP) malah di daerah Aceh yang nota bene berhukum islam, mereka asyik beradegan mesum didepan teman-temannya, di rekam lagi. Bisa jadi mereka adalah sosok yang katahuan publik. Entah berapa banyak lagi kasus seperti ini yang dimainkan sembunyi-sembunyi. Saya tak mampu berfikir lagi bagaimana kehidupan di masa depan.

Mereka Mengklaim ''inilah kecanggihan''. Kecanggihan dan kemodernan dimata mereka adalah berani bertindak ekstrem yang selama ini masih ditabukan, doyan barang haram, alkohol bak air putih bagi mereka dan masih banyak lagi simbol-simbol kemodernan yang mereka banggakan. jika hal-hal bodoh yang tidak pantas mereka lakukan disebut kecanggihan dan kemodernan. Yang akhirnya membuat mereka melupakan apa yang seharusnya mereka kerjakan yakni belajar dan usaha sungguh-sungguh. Jika mental anak-anak kita mulai digerogoti sedemikian rupa, bukan tidak mungkin beberapa puluh tahun berikutnya masa depan adalah masa depan yang penuh dengan orang-orang bodoh dan tolol.

Mungkin jumlah mereka (yang sok modern) ini tidak begitu besar, Tapi bisa dikatakan mereka ini virus. Jika dibiarkan maka ia akan meraja lela. Lalu mau jadi apa banggsa ini? dunia ini?


Dalam kondisi yang seperti ini, lantas siapa yang paling bersalah dan siapa yang pantas di salahkan?
Apakah siaran televisi yang terlalu vulgar yang serialnya banyak mengekspos kisah cinta-cintaan?
Apakah karena arus tehnologi informasi yang semakin luas, deras dan tak terbendung?
Apakah sistim pendidikan negeri ini yang jauh dari prinsip islam?
Apakah karena pengawasan orang tua yang kurang?
Karena masih ada saja orang tua yang bangga jika setiap malam minggu anaknya memiliki tamu.

Kita tak tahu pasti dimana letak salahnya?
Kemudian yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana masa depan mereka anak-anak kita, anak-anak dunia? Apakah mereka akan menghadapi masa yang seperti di hayalkan oleh pengarang film idio crazy. Nauzubillah.......

Semuanya Tetang Imunisasi
,


Berawal dari googling di internet, sibuk mencari jadwal imunisasi dasar bagi bayiku. Setelah loading selesai, di layar monitorku sudah menampilkan berbagai menu pilihan terkait dengan imunisasi. Selesai mengklik menu jadwal imunisasi, aku lihat menu-menu lain yang terkait dengannya (imunisasi).

Bahaya imunisasi. Begitulah judul tulisan dengan ukuran yang diperbesar. Alih-alih baca jadwal imunisasi, aku malah asyik membaca bahaya imunisasi ini.

Aku bukanlah orang yang ahli dalam kesehatan, bukan juga orang yang pintar. Tapi membaca artikel tentang bahaya imunisasi, cukup membuat aku penasaran dan terus berselancar mencari informasi yang berkaitan dengannya. Bukan apa-apa. Masalah imunisasi ini menurutku adalah masalah yang besar terkait dengan kesehatan dan masa depan anakku. Karena jika anakku mendapatkan imunisasi, yang pasti ia akan demam, belum lagi jika nantinya ada kesalahan saat memasukkan vaksin (aku tidak bermaksud menentang program pemerintah lho...), belum lagi dari berbagai artikel yang kubaca, bahan vaksin 90% nya adalah barang yang haram (meski MUI telah memfatwakan halal). Sedang jika anakku tidak aku berikan lima imunisasi dasar sebagaimana program pemerintah, aku khawatir jika nantinya anakku diberi (NYA) penyakit tertentu, maka rasa berdosa akan memenuhi seluruh ruang hatiku.

Mulai saat itu setiap aku meng hadap layar komputer, maka persoalan imunisasi inilah yang aku jelajah. Akhirnya aku malah menjadi bingung antara kelebihan dan bahaya imunisasi (vaksinasi). Belum lagi soal keharaman bahan yang yang digunakan.

Akhirnya setelah dua bulan diriku dalam kebingungan, antara ia dan tidak akan vaksinasi ini, aku berani mengambil tindakan tegas; bahwa aku tidak akan memasukkan barang haram kedalam tubuh anakku. Termasuk vaksinasi ini. Sebuah keputusan yang terlalu berani ditengah Masyarakat yang lagi disibukkan oleh imunisasi (vaksinasi) untuk membuat anak lebih sehat dan tumbuh dengan baik.

Pernah suatu kali aku pergi ke PUSKESMAS kota dengan tujuan imunisasi (bukan vaksinasi). Namun aku malah kena ceramah besar-besaran oleh para medis yang berjumlah belasan orang. berbagai kalimat meluncur menyudutkan aku. Dan mengatakan bahwa aku adalah ibu yang bodoh yang tidak menyayangi anak. Naudzubillah min dzalik..... Insya allah aku sangat mencintainya dengan segala rasa.

Memang sepertinya dunia telah penuh dengan virus-virus, entah itu virus yang diciptakan atau datang dengan sendirinya. Adalah sama-sama penyakit. Namun aku percaya bahwa Allah menciptakan manusia sangat sempurna tanpa lupa menyertakan imun pada tubuh manusia. Allah yang menurunkan penyakit dan allah jua-lah yang menurunkan obatnya.

Lagi-lagi tentang imunisasi. Jika ada pepatah yang mengatakan; banyak jalan menuju Roma, maka akupun mengibaratkan banyak jalan menuju sehat.

Memang aku adalah orang yang buta ilmu kedokteran, namun tidaklah ada maksud bahwa tulisan ini mengabaikan ilmu tersebut. Sama sekali tidak. Cuma sekali lagi aku tegaskan "banyak jalan menuju Roma". Dan semoga anakku dan anak-anak muslim tumbuh sehat dan cerdas dengan mengkonsumsi makanan-makanan yang toyyib.



Kemangiku.......hicks.....hicks.......
,

Pagi ini cerah secerah hari biasanya. Sebagai ibu rumah tangga yang tak berkarier, menyetrika, memasak, bersih-bersih rumah dan mengasuh anak adalah kegiatan kegiatan hari-hariku.

Pekerjaan ku belum selesai, lembar demi lembar baju dan kain-kain kutata untuk kemudian ku tindih dengan setrika panas agar lekas rapi dan wangi.
Ditengah asyiknya menindas pakaian-pakaian itu, aku mendengar suamiku berkata-kata" Jangan!! itu memang sengaja di tanam?!!!!!!!" ........Yang kudengar sedikit emosi.
Akupun segera berlari keluar untuk memastikan apa yang terjadi dan...." Ya Allah.....kok kemanginya ditebangin Bie?!!!!!!" pekikku.
Hatiku jadi sangat sedih tak terperi. Bukan apa-apa, aku sedih karena mengingat bibit kemangi itu kami bawa dari kampung. Dan di sela-sela kemangi itu ada pohon katuk, pepaya dan ubi kayu yang berdaun kriting. Aku semakin sedih jika teringat kembali bagaimana aku mulai menanamnya dengan susah payah di tanah pasir yang butuh penyiraman setiap pagi dan sore hari. Namun aku senantiasa merawatnya mengingat kemangi adalah tanaman berkhasiat dan bisa dijadikan hiasan penghijau pekarangan.

Hatiku jadi sedih lagi jika mengingat suamiku sangat menyukai makanan/masakan yang diolah bareng kemangi. Seringnya aku dengar Mas selalu menyebut kemangi disaat-saat kami makan; baik saat sarapan pagi, siang atau malam. Apalagi bila makanan yang aku hidangkan diberi tambahan daun kemangi, maka dapat aku pastikan Mas akan mengatakan " Kan!! masakan jadi lebih enak kalo pake kemangi???". Tapi pagi ini kebahagiaanku sedikit terkoyak dengan sikap seseorang yang mencabuti kemangi yang rindang hasil budidayaku sampai tinggal satu batang, itupun karena aku segera menghampirinya dan mengatakan bahwa kemangi itu sengaja kami tanam.

Usut punya usut, rupanya bapak itu punya niat yang sangat baik. Ia ingin membersihkan kemangi-kemangiku yang rimbun sekalian saat ia bekerja membersihkan teras rumah tetanggaku. Ia menebangnya karena berfikir bahwa kemangi-kemangi itu telah mengundang banyak nyamuk-nyamuk tanpa ia tahu bahwa kemangi itu adalah tanaman yang sengaja kami tanam dan kaya akan manfaat.

Mau marah!! Ga jadi deh.........!
Mau tahu manfaat kemangi? Ikuti episode berikutnya!!!!!!! Atau lihat aja ini.
Disini juga bisa.
(wuuuiiiiiiihhhhh, kayak sinetron aja!) :D

Bapak Hilang Ditelan Hujan I
,


Blaaaarrrrrrrr..
Suara guntur membahana memenuhi setiap ruang pendengaran. Kilatannya yang merah menyala menghiasi langit, membuat nyali orang-orang menjadi ciut untuk menonjolkan batang hidungnya barang secuil saja. Keadaan diluar sangat mencekam. Kilat masih saja terlihat menyambar-nyambar mencari mangsa di dalam hebatnya hujan sore ini.

Bllaaaaaaaaaarrrrrr......

"Bapaaaaaaaaaaaaak!!"

Afif berteriak memangil bapak. Dalam ketakutan itu adikku sembunyi di balik pintu. Menangis sejadi-jadinya sambil menyebut-nyebut bapak. Aku berlari mendatanginya, kupeluk dia dengan segenap kasih sayang, mencoba memberikan rasa aman padanya.

"Tenang dek ya??!" Bujukku pada bocah lima tahunan ini.
"Afif... Afif....(hiks...hikss..) Afif kangen bapak!" Air matanya mengalir begitu derasnya.
"Bapak kemana ya mbak?"

Pertanyaan ini lagi... hatiku benar-benar tertohok. Hatiku terasa terkoyak jika disuguhi pertanyaan tentang bapak. Sebenarnya aku juga rindu sama bapak, sama sosoknya yang penyabar dan penuh canda-tawa. "Bapaaaaaaaaaaaaak, dimana bapak sekarang? kami rindu sama bapak?". Jeritku dalam hati. Jerit yang hampir dua tahun ini tak terjawab oleh siapapun, juga dari ibu.

************

Pagi ini begitu cerahnya secerah wajah adik bungsuku yang masih bayi. Wajahnya ceria, berbinar bahagia dalam gendonganku. Ibu sedang menyapu dapur yang berlantaikan tanah, sedang bapak pagi ini sudah tampak rapi, mempersiapkan semua bekal-bekal yang akan dibawa ke hutan pinggir kali. Tidak seperti pagi-pagi biasanya, kalau tidak duduk mendengarkan radio sambil minum kopi, paling-paling bapak masih menenggelamkan diri dalam sarungnya dan bergelut dengan mimpi-mimpi. Itulah kurasakan pagi ini sedikit berbeda.

Bapak mendekati meja dapur yang berisikan masakan ibu untuk sarapan seisi rumah, termasuk aku dan adik-adikku. Bapak menikmati sarapan dengan bolak-balik menatap ibu berlama-lama, aku dan adik-adik, kemudian menyuap dan sejurus menatap lagi.

"Pak! kenapa? Apa ngga jadi berangkat?"
Akhirnya ibu nyeletuk juga setelah merasa aneh dengan sikap bapak pagi ini.

"Jadi kok mak."
"Bapak mbalok berapa hari?"
"Weleh, paling tiga hari sudah selesai mak!"
"Berapa orang pak yang pergi?" Akupun ingin tahu siapa saja yang ikut mbalok. Bukan apa-apa, aku hanya khawatir saja sama bapak, karena pekerjaan ini adalah pekerjaan sulit yang penuh resiko.
"Cuma wong telu, ada pak Marni, Dakir dan bapak sendiri". Jelas bapak.
"Hamid jaga adik-adik, bantu ibumu biar ndak capek betul!"
"lho sebenarnya bapak mau kemana? lha kok tumben pake pesan segala sama anak-anak?!"
Sahut ibu sambil mebersihkan meja dapur.

"Masak kasih nasehat baik kok ga boleh tho!"

Hening bapak telah hilang dari pandangan, ibupun turun kesawah untuk membantu keuangan keluarga. Mbalok dan kesawah adalah pekerjaan yang sama-sama menguras tenaga. Namun bapak dan ibu tak pernah mengeluh sedikitpun demi urusan makan dan uang sekolah anak-anaknya.
*************

Tiga hari berlalu, tapi bapak belum pulang juga. "Ah.......paling besok juga pulang." gumamku menenangkan hatiku yang mulai diliputi kegalauan.
"Bu, bapak kok belum pulang ya bu?" Tanyaku penuh kegundahan.
" Paling- paling besuk mid" Jawab ibu dengan tenangnya sambil mengorak-arik kedelai hasil mbawon di ladang tetangga. Sebenarnya wajah tenang ibu juga mulai digelayuti rasa cemas. Hanya saja ibu tak ingin memperlihatkan pada kami, anak-anaknya.

Bersambung.....

YAA.......RASUL
,

Sengaja kuletakkan riwayatmu di blogku ya Rasul, dengan penuh kesengajaan dan rasa cinta, semoga link dibawah ini, menandakan bahwa aku seorang hamba yang penuh rindu, mengharap syafaatmu kelak di kemudian hari.

Sebagai tanda aku adalah umatmu yang ingin mencintaimu dengan sebenar-benarnya.
Ya Rasulullah..........Ya Habibullah...........

http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/index.html

berita ini lagi..........?
,


Lagi-lagi berita pencabulan. " Gara-gara telat, seorang siswi dicabuli Kasek", begitulah kira-kira judul berita yang saya baca. Sepertinya berita seperti ini hampir setiap hari menghiasi media. Dari seorang kakek tua, penjaga warnet, kepala sekolah, guru, pembantu, belum lagi seorang ustadz atau guru ngaji. Malah yang lebih ngeri lagi pelaku itu adalah ayahnya sendiri. Mengapa mereka melakukannya........????????? Apalagi jika ditanya, paling-paling jawabannya khilaf aja. Semudah dan semurah itukah mereka menghargai kegiatan amoral dan penuh dosa yang mereka lakukan.

Saya jadi ngeri sendiri, bukan apa-apa! Karena allah menganugerahi kami seorang anak perempuan. Saya merasa jadi sangat khawatir akan masa depannya besok. Meski masih banyak orang-orang yang masih punya hati nurani. Bagaimana tidak khawatir, karena kejahatan seperti ini membuat korban shock, kehilangan percaya diri, trauma, tambah lagi luka fisik yang dialami.

Kok bisa terjadi?!
Atau mungkin hal ini kerap terjadi karena kelalaian dari sebagian besar kaum "kita" perempuan yang asyik mengikuti ajakan syetan untuk tidak menaati perintah Allah, yaaaaaach... setidaknya lalai tidak menutup auratnya dengan pakaian yang rapi dan syar'i. Sehingga mengundang syahwat para lawan jenis. Yang namanya lelaki entah itu guru, ustadz, pembantu, ayah dan semuanya adalah dari jenis manusia yang diberikan nafsu oleh Allah. "Namanya juga dipancing, ya nyanthol!!" meski masih ada yang mampu menahannya dengan kekuatan iman.

Terus kalau perempuannya sudah rapi dan tertutup, lantas masih terjadi juga masalah yang demikian ini, bagaimana? "ya........syetan laki-lakinya yang pegang peranan"

Ya allah .....
Seandainya para mahluk perempuan ke pasar dengan berjilbab
Menunggu bis di halte dengan berjilbab
Yang ke kantor, yang ke sekolah, yang arisan, yang.... semuanya dengan berjilbab
Alangkah indahnya

Apalagi sang adam mampu membendung nafsunya dengan keimanan
Yang menjadi ayah mampu membimbing keluarga dan menjaga anak-anak perempuanya
Yang guru mampu menjadi teladan
Yang penbantu, yang jadi OP, yang tukang ojek, yang jadi kontraktor dan yang jadi semuanya....jika hatinya dipenuhi keimanan
Alangkah indahnya

Dan aku tak perlu khawatir akan masa depan anak-anak perempuanku. Karena aku tahu dari kejahatan amoral dan penuh dosa ini para perempuanlah yang jadi korban. Bukankah kita tak ingin kasus kasus seperti ini kerap muncul di berbagai media? Mari yang perempuan, batasi dan tutuplah auratmu, jangan kau jadikan pajangan! Karena itu takkan pernah menjadikanmu lebih terhormat, melainkan malah akan mendatangkan bencana bagimu baik bencana dunia lebih-lebih bencana alam akhirat.


Jatuh Cinta Lagi...........
,


Saat membaca harian kompas, sampai akhirnya aku tertarik pada judul berita "Jatuh Cinta Pada Suami". Mungkin bagi sebagian orang artikel ini biasa saja. Tapi tidak bagiku, judulnya menarik dan membuat aku ingin membacanya. Yang pasti aku merasakan hal seperti ini, yakni jatuh cinta lagi pada suami.

Sebenarnya dulu kami memang tidak pernah pacaran, hanya saja jalinan sinyal yang kami miliki sama-sama kuat. Jujur kami tak pernah pacaran. Walau kami telah saling mengenal sejak kecil. Namun seiring waktu dan alur kehidupan telah membuat kami saling terpisah, namun skenario indah Allah inilah yang membuat kami bersatu kembali dalam ikatan suci ini.

Pacaran setelah menikah, itulah kata yang tepat bagi kami. Setahun lebih kami mengarungi mahligai indah, segala cerita kehidupan telah siap ditulis, saat-saat aku semakin mengenalnya, dari sisi buruk atau baiknya, hingga saat aku jatuh cinta lagi....... sungguh indahnya jika kita jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.

Pernahkah anda merasakan indahnya.....?