WH -ku
,

Beberapa hari terakhir, berbagai media khususnya di Aceh senantiasa meletakkan berita terkait pemerkosaan yang diduga dilakukan oknum WH kota langsa sebagai berita utama. Tentu saja demikian, karena berita ini sangat mengguncang bumi serambi mekkah.

Tidak hanya media yang ramai membicarakannya sebagai sebuah sajian berita yang menarik pembaca. Setiap sudut kota, dusun, warung kopi. Semua orang sedang ramai membirakannya, malah ada yang menjadikannya guyonan yang asyik. "Sebuah lembaga yang dikeramatkan dan dianggap mampu menegakkan syariat islam" ternyata malah melakukan tindakan bejad dan amoral sekaligus kriminal yang melanggar perundang-undangan.

Masyarakat telah banyak menyumpahi WH karena perbuatan segelintir orang (oknum WH), apalagi masyrakat kita yang masih suka menyamaratakan masalah. Tiga orang yang berbuat, semua WH se-Aceh seakan menjadi buruk. Semua kebaikan-kebaikan yang selama ini hilang sudah. Masyarakat terlanjur terluka dan marah. Sebuah lembaga yang dianggap mampu membawa perbaikan dalam masyarakat, malah membuat masyarakat menjadi takut dan benci.

Masalahnya kesalahan-kesalahan seperti ini tidak hanya sekali ini, sudah berapa banyak kasus khlawat yang dilakukan oknum WH? Tapi menguap begitu saja. Ini adalah tindakan sembromo yang dilakukan lembaga WH itu sendiri. Bukankah seharusnya, jika diketahui ada yang tidak beres dalam tubuh lembaganya, seperti adanya oknum WH yang yang melalukan pelanggaran segera ditangani dan ditindak tegas setimpal dengan apa yang telah dilanggarnya. Dengan sikap tegas seperti ini maka masyarakatpun tidak akan memandang polisi syariat islam dengan sebelah mata.

Nabi muhammad SAW
bersabda,
“Apakah aku harus memberikan syafaat pada hukum Allah?” Beliau kemudian berdiri untuk berpidato dan bersabda, “Sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian disebabkan apabila ada salah seorang yang terpandang di antara mereka mencuri mereka membiarkannya begitu saja. Akan tetapi jika salah seorang dari mereka yang lemah (rakyat biasa) mencuri maka mereka menegakkan hukuman baginya. Demi Allah, jika saja Fatimah putri Muhammad mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya.”

Maka baiknyalah jika ada oknum yang melanggar syariaat dan undang-undang, segeralah ditindak dan diadili sesuai dengan hukum dan pereturan yang ada.

***

Memang menegakkan syariat islam itu seperti memegang bara api ditengah jaman yang kebarat-baratan saat ini. Disaat budaya permisif mulai menyerang bangsa kita, termasuk umat islam Aceh. Sehingga menjadi seorang petugas Wilayatul Hisbah adalah sebuah tanggung jawab besar yang penuh tantangan, bagi orang yang berfikir untuk benar-benar amar ma'ruf nahi mungkar. Tapi tidak bagi orang yang hanya mencari pekerjaan ditengah sulitnya lapangan kerja. Atau hanya karena ada saudaranya yang menjadi WH juga.

Berbagai kalangan meminta agar
ekruitmen personel WH kedepan harus diperketat, setidaknya calon WH harus paham agama, memiliki jiwa pengayom, dan utamakan yang sudah berkeluarga. Serta melihat latar belakang sang calon, seperti akhlaq, pendidikan dan keluarganya. Agar kedepanya tidak lagi ada kasus-kasus perusakan citra WH sebagai polisi penegak syariat yang dilakukan oknum sendiri. Karena bagaimanapun untuk menegakkan syariat islam, WH masih kita butuhkan sebagai polisi syariat. Namun pastinya dengan harapan WH benar-benar diisi oleh orang-orang yang berkompeten. Dan pemerintah daerahpun harus memperhatikan tentang kesejahteraan anggota WH agar mereka bertugas dengan baik tanpa harus memikirkan perut orang-orang yang menjadi tanggungannya.


8 komentar:

  Nedy

Senin, Januari 18, 2010

Asslmk. Saleum meuturi, Loen ka teuka bak blog droeneuh. Salam kenal ya? ni nedy, oya blognya okey deh....

  ridha

Selasa, Januari 19, 2010

Makasih Nedy ya udah mampir.........:)

  hack87

Rabu, Januari 20, 2010

bahkan saya pernah membawa dalam sebuah buku yang dikhususkan bagi muslimah, trend model sekarang ini tidak lebih dari jaman jahiliyah, namun bedanya adalah jahiliyah modern yang serba salah dan jarang dengan ilmu agama walaupun mengaku di KTP beragama Islam.

  Agung Suryo

Rabu, Januari 20, 2010

bubarkan WH kayaknya pas mbak...

demo yok demo wkkkk :D

  ridha

Rabu, Januari 20, 2010

(@ hack87) Yahhhhhhhh......dah nasib kita hidup di jaman gini, tapi bukan berarti harus nyerah kan?

@ Agung: Jangan gitu dong, yang salah bukan WH-nya, tapi hanya segelintir orang kok! Masak dibubarin?

  liza

Kamis, Januari 21, 2010

assalamualaikum kak rida, saleum meuturi kak

  ridha

Kamis, Januari 21, 2010

Salam kembali kak Liza.

  Shipley Shiv

Senin, Maret 11, 2013

Salam